<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>PengusahaSukses.com</title>
	<atom:link href="http://www.pengusahasukses.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.pengusahasukses.com</link>
	<description>Cara Menjadi Pengusaha Sukses</description>
	<lastBuildDate>Sun, 30 Jan 2011 12:11:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Kisah Pengusaha Sukses Pendiri Apple Steve Jobs</title>
		<link>http://www.pengusahasukses.com/kisah-pengusaha-sukses-pendidi-apple.htm</link>
		<comments>http://www.pengusahasukses.com/kisah-pengusaha-sukses-pendidi-apple.htm#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Jan 2011 12:11:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah Pengusaha Sukses]]></category>
		<category><![CDATA[kisah pengusaha sukses]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pengusahasukses.com/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[Cerita sukses tak selalu bermula dari ide besar. Banyak sukses yang justru lahir dari gagasan sepele. Ada juga yang menangguk untung besar lantaran kelihaiannya mengadopsi dan meniru temuan orang lain. Tetapi tak sedikit juga yang meraih sukses karena keberaniannya menanggung risiko dan kreativitasnya dalam melakukan inovasi terhadap sesuatu yang sudah ada. Dalam bukunya, Emily Ross [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.pengusahasukses.com/wp-content/uploads/2011/01/kisah-sukses-steve-jobs.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-16" title="kisah-sukses-steve-jobs" src="http://www.pengusahasukses.com/wp-content/uploads/2011/01/kisah-sukses-steve-jobs.jpg" alt="" width="238" height="212" /></a></p>
<p>Cerita sukses tak selalu bermula dari  ide besar. Banyak sukses yang justru lahir dari gagasan sepele. Ada juga  yang menangguk untung besar lantaran kelihaiannya mengadopsi dan meniru  temuan orang lain. Tetapi tak sedikit juga yang meraih sukses karena  keberaniannya menanggung risiko dan kreativitasnya dalam melakukan  inovasi terhadap sesuatu yang sudah ada.</p>
<p><span id="more-15"></span></p>
<p>Dalam bukunya, Emily Ross &amp; Angus  Holland mengisahkan hal ini cukup menarik. Ia juga memilah-milah kisah  sukses atas dasar sejarah dan kecenderungannya, sehingga mempermudah  pembaca untuk memahami. Sebagai contoh adalah kisah-kisah sukses yang  diraih karena kekuatan adaptasi modelnya. Ross &amp; Holland menyebutkan  Starbucks yang berevolusi dari hanya sebuah toko penjual biji kopi, dan  Coca Cola yang berjaya setelah dikemas dalam botol.</p>
<p>Keberanian mengambil risiko oleh para kreator dan inovator juga menjadi  kisah tersendiri. Keberhasilan Apple menjadi salah satu contoh  besarnya. Sang penemu, Steve Wozniak, sempat ditolak ketika  mengajukannya ke Hewlett-Packard (HP). Ia kemudian menyodorkannya kepada  Steve Jobs yang kemudian menjadi mitranya. Dengan modal uang dari hasil  menjual mobil VW milik Wozniak dan kalkulator HP milik Jobs, mereka  membiayai desain pertama Apple saat Jobs berusia 21 tahun dan Wozniak  lima tahun lebih tua. Siapa sangka kalau kini Apple menjelma menjadi  sebuah usaha besar di dunia.</p>
<p>Sementara itu banyak juga sukses besar yang bermula dari gagasan  sepele. Liquid Paper adalah salah satu contohnya. Produk ini bermula  dari kebingungan sang penemunya, Bette Graham. Saat itu, seorang ibu  yang bekerja sebagai sekretaris ini kerap stres lantaran pekerjaannya  dalam mengetik. Bayangkan, bagaimana pusingnya dia ketika harus membuat  hasil ketikannya rapi dan bersih, sementara ketikannya kerap salah.</p>
<p>Suatu ketika tanpa sengaja dia melihat seorang tukang cat tengah  mengecat. Tukang cat itu ternyata tak sengaja menodai hasil kerjanya.  Untuk membersihkannya, pengecat itu kemudian menimpa noda itu dengan cat  putih.</p>
<p>Dari situ, Graham terpikir untuk melakukan hal serupa. Dia mencoba  menggunakan cat tempera putih berbahan dasar air dan kuas tipis untuk  menutup kesalahan ketiknya. Ternyata berhasil. Pada tahun 1957 ketika  teman-temannya mengetahui hal ini, Graham mulai mengomersialkan, hingga  mampu menjual sekitar 100 botol per bulan. Hebatnya, 15 tahun kemudian,  perusahaan yang didirikan berhasil menjual sedikitnya lima juta botol  per tahun.</p>
<p>Yang tak kalah menarik adalah sukses besar yang terjadi karena  kecerdikannya dalam mengadopsi ide orang lain. Contohnya Dietrich  Mateschitz yang mengubah tonik menyehatkan asal Thailand, si kerbau air  merah alias Krating Daeng, menjadi manis dan berbuih yang cocok untuk  orang-orang Austria. Ia lantas mengemasnya lebih menarik dalam kaleng  ramping, dan memberinya merek Red Bull. Dengan klaim sebagai ‘minuman  cerdas’ yang mampu meningkatkan kinerja seseorang, Red Bull menangguk  sukses besar. Pada tahun 2006, penjualannya mencapai 3,5 miliar dolar  AS, dan kini diperkirakan jauh melebihi angka itu.</p>
<p>Sukses juga bisa terjadi pada seseorang yang memiliki kemampuan  berinovasi dan melakukan eksekusi lebih baik terhadap ide yang sudah  ada. Michael Dell adalah salah satu contohnya. Ia berhasil menembus  industri yang memuja inovasi tanpa membuat inovasi dengan tangannya  sendiri. Dia mulai membangun komputer rakitan di kamar kosnya dan  menjualnya dengan harga relatif murah melalui pos. Kini, siapa tak kenal  komputer Dell?</p>
<p>Langkah sama terjadi pada Sergey Brin dan Larry Page. Ia melakukan  inovasi yang serupa, sehingga Google-nya kini sukses menyaingi mesin  pencari yang lebih dulu ada, seperti Yahoo!, Alta Vista, dan Lycos.</p>
<p>Dalam buku ini juga diungkapkan tentang para penemu yang kurang  beruntung. Sebaliknya keuntungan justru dinikmati orang lain. Salah satu  contoh adalah Coco Chanel. Ketika parfum pada umumnya dibuat dengan  satu jenis bunga, Coco menemukan ramuan parfum yang luar biasa: hasil  perpaduan beberapa jenis bunga yang kemudian menghasilkan Chanel No. 5.  Tapi sayang, akibat kesulitan modal, Coco haus berkongsi dengan keluarga  Pierre Wertheimer, yang mempunyai infrastruktur untuk memproduksi  parfum berskala besar. Hasilnya? Keluarga Wertheimer yang justru  menikmati kekayaan, bahkan hingga cucunya yang sekarang.</p>
<p>Seratus jurus sukses bisa menjadi inspirasi bagi pembaca, bahwa sukses  besar bisa terjadi pada siapa saja dan dengan cara apa saja. Yang  penting adalah ketekunan dan keberanian dalam menghadapi risiko.</p>
<p>Anda pasti mengenal produk Mac, iPod, dan yang terakhir iPhone. Ketiga  produk itu adalah brand yang sangat terkenal dari perusahaan Apple Inc.  Bahkan, Apple saat ini dianggap sebagai salah satu perusahaan paling  berpengaruh dalam perkembangan teknologi dunia. Lantas, apa sebenarnya  kunci sukses dari Apple dalam menciptakan inovasi teknologi tersebut?</p>
<p>Adalah sosok Steve Jobs, sang pendiri Apple lah yang memiliki visi jauh  ke depan sehingga membuat Apple menjadi perusahaan yang sangat disegani  hingga kini. Namun, jika menengok kisah Steve, kita sebenarnya bisa  melihat betapa ia adalah sosok pengagum kesederhanaan dan keindahan.  Inilah dua kunci dasar &#8211; selain visinya ke depan &#8211; yang membuat Apple  berhasil mematahkan dominasi Microsoftnya Bill Gates.</p>
<p>Bagi Anda yang sudah akrab dengan beberapa produk Apple, pasti segera  tahu betapa produk Apple sangat sederhana dan user friendly. Namun,  meski sederhana, bentuknya sangat elegan. Inilah yang membuat Apple  selalu punya penggemar fanatik. Tentu, hal ini tak bisa lepas dari  sentuhan tangan dingin sang pendiri, Steve Jobs.</p>
<p>Steve Jobs lahir pada 24 Februari 1955 dari seorang ibu berkebangsaan  Amerika, Joanne Carole Schieble, dan ayah berkebangsaan Syria,  Abdulfattah &#8220;John&#8221; Jandali. Namun, saat dilahirkan, ia segera diadopsi  oleh pasangan Paul dan Clara Jobs. Sejak kecil, Jobs sudah menunjukkan  ketertarikannya pada peranti elektronik. Bahkan, dia pernah menelepon  William Hewlett &#8211; presiden Hewlett Packard &#8211; untuk meminta beberapa  komponen elektronik untuk tugas sekolah. Hal itu justru membuatnya  ditawari bekerja sambilan selama libur musim panas. Di Hewlett-Packard  Company inilah ia bertemu dengan Steve Wozniak, yang jadi partnernya  mendirikan Apple.</p>
<p>IQ-nya yang tinggi membuat Steve ikut kelas percepatan. Tapi, ia sering  diskors gara-gara tingkahnya yang nakal &#8211; meledakkan mercon hingga  melepas ular di kelas. Di usianya yang ke-17, ia kuliah di Reed College,  Portland, Oregon. Namun, ia drop out setelah satu semester. Meski  begitu, ia tetap mengikuti kelas kaligrafi di universitas tersebut. Hal  itulah yang membuatnya sangat mencintai keindahan.</p>
<p>Tahun 1974 ia kembali ke California. Ia bekerja di perusahaan game  Atari bersama Steve Wozniak. Suatu ketika, Steve Jobs tertarik pada  komputer desain Wozniak. Ia pun membujuk Wozniak untuk mendirikan  perusahaan komputer. Dan, sejak itulah, tepatnya 1 April 1976, di usinya  yang ke-21, Steve mendirikan Apple Computer. Singkat cerita, kisah  sukses segera menjadi bagian hidupnya bersama Apple.</p>
<p>Namun, saat perusahaan itu berkembang, dewan direksi Apple justru  memecat Steve karena dianggap terlalu ambisius. Sebuah pemecatan dari  perusahaan yang didirikannya sendiri. Meski sempat merasa down, karena  kecintaannya pada teknologi, ia pun segera bangkit. Steve mendirikan  NeXT Computer. Tak lama, ia pun membeli perusahaan film animasi Pixar.  Dari kedua perusahaan itulah namanya kembali berkibar. Hal ini bertolak  belakang dengan apa yang terjadi pada Apple. Perusahaan itu justru di  ambang kebangkrutan.</p>
<p>Saat itulah, Steve kembali ke Apple, hasil dari akuisisi Apple terhadap  NeXT. Banyak orang yang meramalkan Steve tak kan lagi mampu mengangkat  Apple. Steve menanggapinya dengan dingin. &#8220;Saya yakin bahwa satu hal  yang bisa membuat saya bertahan adalah bahwa saya mencintai apa yang  saya lakukan. Kita harus mencari apa yang sebenarnya kita cintai. Dan  adalah benar bahwa pekerjaan kita adalah kekasih kita. Pekerjaan kita  akan mengisi sebagian besar hidup kita. Dan satu-satunya jalan untuk  bisa mencapai kepuasan sejati adalah melakukan apa yang kita yakini,&#8221;  sebut Steve.</p>
<p>Kecintaan inilah yang mengantarkan Steve kembali mengorbitkan Apple ke  jajaran elit produsen alat teknologi papan atas. iPod dan iPhone saat  ini menjadi produk yang sangat laris di pasaran. Visinya ke depan juga  membuat iTunes, sukses jadi toko musik digital paling sukses di dunia.  Ia menjawab keraguan orang dengan kerja nyata dan hasil gemilang. Bentuk  indah, elegan, sederhana, namun powerful, menjadi ciri khas produk  Apple hingga saat ini.</p>
<p>Kecintaan kita pada apa yang kita lakukan akan menjadi jalan kita  menuju kesuksesan. Hal itulah yang dibuktikan oleh sosok Steve Jobs.  Bahkan, meski ia sempat terpuruk dan &#8220;diusir&#8221; dari perusahaannya  sendiri, kecintaannya pada teknologi membuatnya kembali. Inilah bukti  nyata bahwa jika kita mencintai pekerjaan kita dengan sepenuh hati,  hasil yang dicapai pun akan jauh lebih maksimal.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pengusahasukses.com/kisah-pengusaha-sukses-pendidi-apple.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>147</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kisah Sukses Pengusaha Bob Sadino</title>
		<link>http://www.pengusahasukses.com/kisah-sukses-pengusaha-bob-sadino.htm</link>
		<comments>http://www.pengusahasukses.com/kisah-sukses-pengusaha-bob-sadino.htm#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Jan 2011 12:06:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah Pengusaha Sukses]]></category>
		<category><![CDATA[kisah pengusaha sukses]]></category>
		<category><![CDATA[pengusaha sukses]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pengusahasukses.com/?p=11</guid>
		<description><![CDATA[Kisah Sukses Pengusaha Bob Sadino Bob Sadino (Lampung, 9 Maret 1933), atau akrab dipanggil om Bob, adalah seorang pengusaha asal Indonesia yang berbisnis di bidang pangan dan peternakan. Ia adalah pemilik dari jaringan usaha Kemfood dan Kemchick. Dalam banyak kesempatan, ia sering terlihat menggunakan kemeja lengan pendek dan celana pendek yang menjadi ciri khasnya. Bob [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kisah Sukses Pengusaha Bob Sadino</strong></p>
<p><strong><a href="http://www.pengusahasukses.com/wp-content/uploads/2011/01/kisah-sukses-bob-sadino.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-12" title="kisah-sukses-bob-sadino" src="http://www.pengusahasukses.com/wp-content/uploads/2011/01/kisah-sukses-bob-sadino.jpg" alt="" width="200" height="200" /></a><br />
</strong></p>
<p>Bob Sadino (Lampung, 9 Maret 1933), atau akrab dipanggil om Bob,  adalah seorang pengusaha asal Indonesia yang berbisnis di bidang pangan  dan peternakan. Ia adalah pemilik dari jaringan <a href="http://www.usahabaru.com">usaha</a> Kemfood dan  Kemchick. Dalam banyak kesempatan, ia sering terlihat menggunakan kemeja  lengan pendek dan celana pendek yang menjadi ciri khasnya. Bob Sadino  lahir dari sebuah keluarga yang hidup berkecukupan. Ia adalah anak  bungsu dari lima bersaudara. Sewaktu orang tuanya meninggal, Bob yang  ketika itu berumur 19 tahun mewarisi seluruh harta kekayaan keluarganya  karena saudara kandungnya yang lain sudah dianggap hidup mapan.<br />
<span id="more-11"></span></p>
<p>Bob  kemudian menghabiskan sebagian hartanya untuk berkeliling dunia. Dalam  perjalanannya itu, ia singgah di Belanda dan menetap selama kurang lebih  9 tahun. Di sana, ia bekerja di Djakarta Lylod di kota Amsterdam dan  juga di Hamburg, Jerman. Ketika tinggal di Belanda itu, Bob bertemu  dengan pasangan hidupnya, Soelami Soejoed.</p>
<p>Pada tahun 1967, Bob  dan keluarga kembali ke Indonesia. Ia membawa serta 2 Mercedes miliknya,  buatan tahun 1960-an. Salah satunya ia jual untuk membeli sebidang  tanah di Kemang, Jakarta Selatan sementara yang lain tetap ia simpan.  Setelah beberapa lama tinggal dan hidup di Indonesia, Bob memutuskan  untuk keluar dari pekerjaannya karena ia memiliki tekad untuk bekerja  secara mandiri.</p>
<p>Pekerjaan pertama yang dilakoninya setelah keluar  dari perusahaan adalah menyewakan mobil Mercedes yang ia miliki, ia  sendiri yang menjadi sopirnya. Namun sayang, suatu ketika ia mendapatkan  kecelakaan yang mengakibatkan mobilnya rusak parah. Karena tak punya  uang untuk memperbaikinya, Bob beralih pekerjaan menjadi tukang batu.  Gajinya ketika itu hanya Rp.100. Ia pun sempat mengalami depresi akibat  tekanan hidup yang dialaminya.</p>
<p>Suatu hari, temannya menyarankan  Bob memelihara ayam untuk melawan depresi yang dialaminya. Bob tertarik.  Ketika beternak ayam itulah muncul inspirasi berwirausaha. Bob  memperhatikan kehidupan ayam-ayam ternaknya. Ia mendapat ilham, ayam  saja bisa berjuang untuk hidup, tentu manusia pun juga bisa.</p>
<p>Sebagai  peternak ayam, Bob dan istrinya, setiap hari menjual beberapa kilogram  telor. Dalam tempo satu setengah tahun, ia dan istrinya memiliki banyak  langganan, terutama orang asing, karena mereka fasih berbahasa Inggris.  Bob dan istrinya tinggal di kawasan Kemang, Jakarta, di mana terdapat  banyak menetap orang asing.</p>
<p>Tidak jarang pasangan tersebut dimaki  pelanggan, babu orang asing sekalipun. Namun mereka mengaca pada diri  sendiri, memperbaiki pelayanan. Perubahan drastis pun terjadi pada diri  Bob, dari pribadi feodal menjadi pelayan. Setelah itu, lama kelamaan Bob  yang berambut perak, menjadi pemilik tunggal super market (pasar  swalayan) Kem Chicks. Ia selalu tampil sederhana dengan kemeja lengan  pendek dan celana pendek.</p>
<p>Bisnis pasar swalayan Bob berkembang  pesat, merambah ke agribisnis, khususnya holtikutura, mengelola  kebun-kebun sayur mayur untuk konsumsi orang asing di Indonesia. Karena  itu ia juga menjalin kerjasama dengan para petani di beberapa daerah.</p>
<p>Bob  percaya bahwa setiap langkah sukses selalu diawali kegagalan demi  kegagalan. Perjalanan wirausaha tidak semulus yang dikira. Ia dan  istrinya sering jungkir balik. Baginya uang bukan yang nomor satu. Yang  penting kemauan, komitmen, berani mencari dan menangkap peluang.</p>
<p>Di  saat melakukan sesuatu pikiran seseorang berkembang, rencana tidak  harus selalu baku dan kaku, yang ada pada diri seseorang adalah  pengembangan dari apa yang telah ia lakukan. Kelemahan banyak orang,  terlalu banyak mikir untuk membuat rencana sehingga ia tidak segera  melangkah. “Yang paling penting tindakan,” kata Bob.</p>
<p>Keberhasilan  Bob tidak terlepas dari ketidaktahuannya sehingga ia langsung terjun ke  lapangan. Setelah jatuh bangun, Bob trampil dan menguasai bidangnya.  Proses keberhasilan Bob berbeda dengan kelaziman, mestinya dimulai dari  ilmu, kemudian praktik, lalu menjadi trampil dan profesional.<br />
Menurut  Bob, banyak orang yang memulai dari ilmu, berpikir dan bertindak serba  canggih, arogan, karena merasa memiliki ilmu yang melebihi orang lain.</p>
<p>Sedangkan  Bob selalu luwes terhadap pelanggan, mau mendengarkan saran dan keluhan  pelanggan. Dengan sikap seperti itu Bob meraih simpati pelanggan dan  mampu menciptakan pasar. Menurut Bob, kepuasan pelanggan akan  menciptakan kepuasan diri sendiri. Karena itu ia selalu berusaha  melayani pelanggan sebaik-baiknya.</p>
<p>Bob menempatkan perusahaannya  seperti sebuah keluarga. Semua anggota keluarga Kem Chicks harus saling  menghargai, tidak ada yang utama, semuanya punya fungsi dan kekuatan.</p>
<p>Anak Guru</p>
<p>Kembali  ke tanah air tahun 1967, setelah bertahun-tahun di Eropa dengan  pekerjaan terakhir sebagai karyawan Djakarta Lloyd di Amsterdam dan  Hamburg, Bob, anak bungsu dari lima bersaudara, hanya punya satu tekad,  bekerja mandiri. Ayahnya, Sadino, pria Solo yang jadi guru kepala di SMP  dan SMA Tanjungkarang, meninggal dunia ketika Bob berusia 19.</p>
<p>Modal  yang ia bawa dari Eropa, dua sedan Mercedes buatan tahun 1960-an. Satu  ia jual untuk membeli sebidang tanah di Kemang, Jakarta Selatan. Ketika  itu, kawasan Kemang sepi, masih terhampar sawah dan kebun. Sedangkan  mobil satunya lagi ditaksikan, Bob sendiri sopirnya.</p>
<p>Suatu kali,  mobil itu disewakan. Ternyata, bukan uang yang kembali, tetapi berita  kecelakaan yang menghancurkan mobilnya. ”Hati saya ikut hancur,” kata  Bob. Kehilangan sumber penghasilan, Bob lantas bekerja jadi kuli  bangunan. Padahal, kalau ia mau, istrinya, Soelami Soejoed, yang  berpengalaman sebagai sekretaris di luar negeri, bisa menyelamatkan  keadaan. Tetapi, Bob bersikeras, ”Sayalah kepala keluarga. Saya yang  harus mencari nafkah.”</p>
<p>Untuk menenangkan pikiran, Bob menerima  pemberian 50 ekor ayam ras dari kenalannya, Sri Mulyono Herlambang. Dari  sini Bob menanjak: Ia berhasil menjadi pemilik tunggal Kem Chicks dan  pengusaha perladangan sayur sistem hidroponik. Lalu ada Kem Food, pabrik  pengolahan daging di Pulogadung, dan sebuah ”warung” shaslik di Blok M,  Kebayoran Baru, Jakarta. Catatan awal 1985 menunjukkan, rata-rata per  bulan perusahaan Bob menjual 40 sampai 50 ton daging segar, 60 sampai 70  ton daging olahan, dan 100 ton sayuran segar.</p>
<p>”Saya hidup dari  fantasi,” kata Bob menggambarkan keberhasilan usahanya. Ayah dua anak  ini lalu memberi contoh satu hasil fantasinya, bisa menjual kangkung Rp  1.000 per kilogram. ”Di mana pun tidak ada orang jual kangkung dengan  harga segitu,” kata Bob.</p>
<p>Om Bob, panggilan akrab bagi anak  buahnya, tidak mau bergerak di luar bisnis makanan. Baginya, bidang yang  ditekuninya sekarang tidak ada habis-habisnya. Karena itu ia tak ingin  berkhayal yang macam-macam.</p>
<p>Haji yang berpenampilan nyentrik ini,  penggemar berat musik klasik dan jazz. Saat-saat yang paling indah  baginya, ketika shalat bersama istri dan dua anaknya.</p>
<p>Nama :<br />
Bob Sadino<br />
Lahir :<br />
Tanjungkarang, Lampung, 9 Maret 1933<br />
Agama :<br />
Islam</p>
<p>Pendidikan :<br />
-SD, Yogyakarta (1947)<br />
-SMP, Jakarta (1950)<br />
-SMA, Jakarta (1953)</p>
<p>Karir :<br />
-Karyawan Unilever (1954-1955)<br />
-Karyawan Djakarta Lloyd, Amsterdam dan Hamburg (1950-1967)<br />
-Pemilik Tunggal Kem Chicks (supermarket) (1969-sekarang)<br />
-Dirut PT Boga Catur Rata<br />
-PT Kem Foods (pabrik sosis dan ham)<br />
-PT Kem Farms (kebun sayur)</p>
<p>Alamat Rumah:<br />
Jalan Al Ibadah II/12, Kemang, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan Telp: 793981</p>
<p>Alamat Kantor :<br />
Kem Chicks Jalan Bangka Raya 86, Jakarta Selatan Telp: 793618</p>
<p>Referensi :</p>
<p>- http://pengusahamuda.wordpress.com/biografi/<br />
- http://id.wikipedia.org/wiki/Bob_Sadino</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pengusahasukses.com/kisah-sukses-pengusaha-bob-sadino.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>182</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menjadi Pengusaha Adalah Pilihan Yang Harus Diperjuangkan</title>
		<link>http://www.pengusahasukses.com/menjadi-pengusaha-adalah-pilihan-yang-harus-diperjuangkan.htm</link>
		<comments>http://www.pengusahasukses.com/menjadi-pengusaha-adalah-pilihan-yang-harus-diperjuangkan.htm#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Aug 2010 00:10:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Memulai Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[pengusaha]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pengusahasukses.com/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[Manusia adalah makhluk yang diberikan banyak kelebihan diantara makhuluk lainnya. Selain bentukkanya sempurna dan terbaik diantara makhluk lainnya, manusia dikaruniai kemampuan untuk berpikir. Kemampuan berpikir inilah menjasikan manusia menjadi makhluk paling berbudaya Kemampuan berpikr manusia menjadikan manusia memiliki kemampuan untuk memilih jalan hidupnya. Kekuatan memilih manusia jika digunakan dengan baik, bisa mengubah nasib dengan cepat, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Manusia adalah makhluk yang diberikan banyak kelebihan diantara makhuluk lainnya. Selain bentukkanya sempurna dan terbaik diantara makhluk lainnya, manusia dikaruniai kemampuan untuk berpikir. Kemampuan berpikir inilah menjasikan manusia menjadi makhluk paling berbudaya</p>
<p>Kemampuan berpikr manusia menjadikan manusia memiliki kemampuan untuk memilih jalan hidupnya. Kekuatan memilih manusia jika digunakan dengan baik, bisa mengubah nasib dengan cepat, termasuk dalam urusannya dengan kekayaan</p>
<p>Ada banyak cara mencari kekayaan. Anda bebas menentukan pilihan cara mencari kekayaan. Anda bisa bekerja dan meniti karir hingga puncak, Anda bisa menikahi anak orang kaya dan berharap mendapatkan warisan, Anda juga bisa menjadi investor, dan Anda tentu juga bisa memilih kaya dengan cara menjadi pengusaha. Ya… semua itu adalah pilihan hidup</p>
<p>Jika Anda memilih menjadi pengusaha untuk kesuksesan  financial, maka hendaknya pilihan Anda itu benar-benar diyakini dan diperjuangkan. Sebab banyak yang punya pilihan hidup, tapi tidak meyakini, apalagi memperjuangkannya. Ia hanya melihat hasil-hasil yang dicapai orang lain, tanpa berusaha melihat bagaimana ia memperjuangkannya. Ia hanya menjadi pemimpi dan tidak pernah ada aksinya. Dan akhirnya keinginannya menjadi pengusaha sekedar mimpi yang tidak pernah bisa terwujud</p>
<p>Karena itulah situs ini hadir di hadapan Anda. Pengusah Sukses .com semoga bisa menjadi “teman” Anda dalam memperjuangkan mimpi menjadi pengusaha sukses, jika memang ini impian Anda</p>
<p>Semoga…</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pengusahasukses.com/menjadi-pengusaha-adalah-pilihan-yang-harus-diperjuangkan.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>267</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

